PACAR

Orang-orang sibuk ingin tahu siapa “pacarku”. Kenapa juga orang ingin tahu? Aku bukan artis! Bukan juga selebritis! Meski orang sering menyangka aku seorang Wulan Guritno. *Plak, biar sadar*

Mereka menyebut aku playgril, aku coba terjemahin play = main, girl = perempuan jadi artinya main perempuan. Waksss!!! aku kan bukan lesbi, kenapa dibilang main perempuan. Aku ini penyuka lawan jenis. Aku suka dengan pria berdada bidang, berpunggung kekar, lengkap dengan kaki tangan yang berbulu (kok kayak gambaran Ridho Rhoma!). Jadi sangat tidak mungkin aku menyukai perempuan. Pantang!

Kembali ke pertanyaan orang-orang siapa pacarku. Mereka sering bertanya malam ini aku akan jalan dengan siapa. Heran aku! Sebegitu mereka terpesona oleh gerak gerikku hingga mereka selalu mengawasiku, mengintip dari jendela bila ada seseorang yang mengantar aku pulang dengan mobil mewah. Nanti bila mereka sedang berkumpul entah pagi entah sore, pasti mereka mempergunjing aku. Dan secara serempak akan bertanya :

“Mita, siapa pacar kamu sekarang?”

Pertanyaan yang diulang-ulang seperti kaset rusak. Dengan selebor aku akan menjawab

“Seorang pengusaha muda dengan mobil BMW.” jawab aku salah.
“OOOhhhhhh yang kemarin mengantar ya?” tanya mereka, kembali secara serempak.
“Ganteng tidak mith?” salah satu ada yang menyeletuk.

Pelan-pelan aku melangkah kearah mereka, kasihan mereka harus berbicara dengan berteriak karena jarak kami cukup jauh. Dengan santai kujatuhkan tungkaiku yang kata mereka bahenol di ubin teras.

“Tentu ganteng. Hidungnya mancung, kulitnya putih, tangannya itu bow berbulu…gagah.” Kataku dengan gaya hiperbolis. Aku suka saat-saat seperti ini, memandang wajah-wajah yang menganga karena kagum atau heran.
“Dadanya bidang, dia suka sekali berenang, kalian tahu dong laki-laki yang suka berenang itu dadanya pasti bidang. Jadi kalau aku sandarkan kepalaku di dadanya rasanya passsssss banget.” Semakin membual membumbui ceritaku.
“Mith, kok klo abis anterin kamu pulang ga pernah disuruh turun? kita-kita kan penasaran?”
Wah ceritaku sudah menghasut pikiran mereka. Semakin heboh aku bercerita mereka akan semakin penasaran.
“Duh….dia itu pemalu gals! apalagi kalau lihat gerombolan cewek-cewek kece kayak kalian.”
“Namanya siapa Mith?”
“Namanya Robert. Udah ah, aku mo dandan dulu bentar lagi pacarku datang.” lenggangku menuju rumah kontrakanku di lahan H. Sabiri.
“Nanti suruh turun yah Mith!” Serempak mereka berteriak.
Aku cuman mengangguk, bukan sebagai tanda setuju, melainkan agar mereka berhenti berteriak, memalukan semua orang akan melihat kearahku.

Sungguh heran, banyak sekali orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain. Setiap hari gerombolan cewek-cewek itu sibuk mengomentari siapa saja yang melintas di hadapan mereka. tidak peduli pagi, siang, sore atau malam gosip jalan terus.

Kali ini keisenganku sedang membahana, aku akan suruh Robert untuk keluar sebentar. Tepat pukul 9 pagi, Robert datang menjemput. Aku sudah siap dengan pakaian kerjaku. Rok selutut dengan blazer Zara telah membalut tubuhku. Tak lupa high heel 9 senti GUESS ku kenakan. Bagiku ini dandan sempurna untuk hari ini.

Begitu Robert datang, aku lambaikan tangan seakan meminta bantuan. Robert pun keluar. Aku tersenyum geli, memandang mata-mata itu terpesona oleh kegantengan Robert. Sampai mereka tidak sadar air liur mereka mengetes. Nganga semua, aku membatin.

Dengan manja aku mengandeng lengan kekar Robert. Mata-mata itu kembali mendelik tajam. Aku masuk kedalam mobil.

“Eh Mita, ngapain sih lo gandeng-gandeng gua? biasanya juga lo ogah dipegang ama gua.”
“Hahahahaha…gua cuman mo isengin cewek-cewek mulut usil yang penasaran sapa pacar gua.”
“Terus lo pura-pura jadiin gua pacar lo?”
“Iseng aja Nartos!”
“Beloon lo!”
“Eh hari ini lo nemenin sapa? dandanan rapi bener?”
“Pengusaha yang mo deal kontrak batu bara. Udah pantas kan gua jadi sekretaris?”
“Hahahahahahahah dasar lo! jangan lupa jatah gua yak.”
“Beres!

Mobil pun melaju mengantarkan ku sampai pada tujuanku. Siapa bilang Robert pacarku, wong namanya aja Nartos. Hahahahaha tertipu semua oleh polah tingkahku yang sungguh elegan.

^_^

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

19 thoughts on “PACAR”

  1. Hmm jd penasaran pengen tahu siapa Nartos itu.
    Sekeren itu kenapa ga dipacari beneran aja…. ya gak.
    Ga mo rugi secara dia naik beemwe hahahaaa…. matrek.

  2. “Eh hari ini lo nemenin sapa? dandanan rapi bener?”
    “Pengusaha yang mo deal kontrak batu bara. Udah pantas kan gua jadi sekretaris?”
    “Hahahahahahahah dasar lo! jangan lupa jatah gua yak.”
    “Beres!”

    Eh… kok Gw jadi mikir si mita Pec*n ya? nah si nartos g*rmo-nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s