Hanya Rasa

amine

Aku benci merindu
Rasa itu menyiksaku
Aku benci mencinta
Rasa itu menghancurkanku
Bolehkah rasa itu tak ku ungkapkan?

Harusnya kau tahu rasa itu telah ada
Mengapa masih bertanya?

Aku hanya ingin menyampaikan
bersama angin bukan kata
Agar dapat menyapu menyentuh wajahmu
Aku ingin merasakan rindu itu menghangat
berteman kicauan alam

Tak perlu kata
Hanya rasa

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

7 thoughts on “Hanya Rasa”

  1. rasa apa sob?? stroberi? coklat? vanila?
    *geleng-geleng bukan kepalang*

    aaaaaarrrrggggghhhhh sapa sih ni orang comment nya ganggu banget!!!! hajar juga * jitak2in kepala irahsa*

  2. bener..setuju banget ama eka..daripada jadi bisul, mending diungkapkan…bisul kan ga enak, apalagi di ketek…kidding bu…hehehe…

  3. gw juga benci rindu….
    benciiiiiiiiiiiiiiiiiii…………..
    gw juga benci mencinta(nya)….
    karna gw tau gw salah…..
    gw benci…..
    hari ini gw lagi bener2 benci dengan 2 rasa itu: rindu & cinta…

    ” adakah yang salah dengan sebuah rasa???”

  4. setujuuuuuu bangeeeeeet dg yushtaaaaaaaa……. hihihihi……
    Apalagi org yg kita kangenin N cintainya begoooooooo…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s