Everyone Love You


Dia selalu merasa sepi. Dalam kesendiriannya ia selalu belajar untuk menikmati. Hari ini ia memutuskan untuk pergi menyendiri. Kepenatan terus mengerogoti pikirannya. Sudah menjadi sebuah entah apa yang ia pikirkan, yang pasti sesak terasa.

Gemuruh suara kali ini mengisi gendang telinga, begitu gemuruh dengan banyak celoteh dari teman-temannya. Tapi ia begitu asyik menyudutkan diri diantara gemuruh keramaian.

“Sepi itu hadir sekalipun aku berada di keramaian, seakan sahabatku hanya sebuah sepi.”

Seketika itu, salah satu temannya menyentakkan lamunannya.

“Bebi bengong aja, kita turun yuk, ini kan lagu kamu banget.” Sebuah tangan tersodorkan memaksa ia beranjak dari lamunannya bergabung diantara rangkulan sahabatnya.

<em>*Belajar menulis cerita dalam 100 kata, ga tau berhasil atau tidak*