Hhhhmmmmm


Malam itu bintang begitu terang menerangi gelapnya malam. Beranda ini tempatnya untuk bercengkraman, berbagi cerita dengan sang kekasih hati. Tapi kali ini ia duduk sendiri memandang langit yang cerah. Taburan bintang tidak pun mampu menghapus kemuraman hatinya.

Tak sadar air matanya menetes. Menguraikan gejolak kesedihan hatinya. Rasanya baru kemarin ia duduk bersama sang kekasih. Mereka tertawa, mereka menyusun keping-keping masa depan yang akan diraih. Tapi malam ini ia terduduk sendiri berusaha untuk menyusun kembali kepingan masa depannya.

Malam itu adalah malam tragedi baginya. Malam menjelang hari pengantinnya. Keesokkan hari ia dan sang kekasih akan menjadi sepasang suami isteri yang berencana untuk memiliki dua orang anak yang lucu. Dengan biadab sang kekasih meninggalkan alter pernikahan. Malam yang penuh kegelisahan benar-benar mengelisahkan karena sang kekasih telah meninggalkannya. Raganya telah pergi pun demikian dengan rohnya. Hingga yang tertinggal hanyalah kenangan. Tak akan lagi ia bertemu, tak akan lagi ia bercengkraman. Semua sirna, semua hilang oleh sebuah takdir.