Dunia Kerja Saya

I don’t need a reward Sir? If people think I don’t deserve.

Dunia kerja itu memang tak ada yang 100% indah, menyenangkan ataupun memuaskan batin. Semua hanya berbicara masalah kesejahteraan, uang, kehidupan yang layak. Bekerja itu sebuah perjuangan. Mungkin adik-adik yang masih di bangku kuliah memandang menjadi seorang pekerja itu menyenangkan memiliki uang sendiri. Padahal semua ada harganya.

Berapa harganya? Setiap individu yang menentukan harga masing-masing disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman.

Saya merasa harga saya dikantor ini kurang. Kenapa saya merasa begitu?
Itu karena saya mengerjakan pekerjaan melebihi harga yang diberikan kepada saya. Dikantor saya mungkin dianggap sangat tidak sibuk. Orang-orang memandang apa sih yang dikerjakan Compliance? Oke saya jelaskan sedikit tentang pekerjaan saya.

Saya bekerja pada sebuah bank asing yang induk perusahaannya di Korea. Pasti bingung! Memang di Indonesia ini ada yah bank asing Korea. Jelas ada meski tidak banyak dan kurang terkenal, di Indonesia terdapat 3 bank dari Korea. Bank tertua di Indonesia adalah bank saya. Saya bekerja sebagai Compliance. Ada itu Compliance? Oh terima compliant nasabah yah? Bukan! Compliance = kepatuhan, artinya bagian yang menjaga kepatuhan dari kebijakan dan prosedur yang dilakukan bank terhadap peraturan yang ada di Indonesia. Compliance itu sendiri dikantor saya terdiri dari AML Unit (apa lagi itu?), Compliance Unit, dan Complaint Unit.
Oke, saya jelaskan sedikit yah.
AML Unit adalah unit yang memonitor transaksi nasabah berkaitan dengan transaksi mencurigakan ataupun pendanaan teroris. Juga memonitor pelaksanaan KYC (Know Your Customer). Benar dengar kan? Bank Indonesia pernah membuat iklan, diinget-inget lagi deh. Unit ini melakukan verifikasi keasbsahan data/informasi nasabah.
Compliance Unit adalah unit yang memonitor peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini lebih menyangkut peraturan dari Bank Indonesia untuk disesuaikan dengan kebijakan dan prosedur Bank. Unit ini yang mengetahui berita terbaru atau peraturan atau ketentuan baru untuk diteruskan ke bagian yang terkait. Jadi dia harus bisa menguasai semua bagian yang ada di Bank.
Compliant Unit adalah unit yang menyelesaikan apabila terjadi complaint dari nasabah.

Dengan penjelasan sederhana ini semoga dapat membayangkan apa aja yang dilakukan bagian Compliance. Saya sudah 2 tahun kerja di bagian ini. 1 tahun mengerjakan semua sendiri, 1 tahun berdua dengan rekan kerja. Mungkin di bank lain bagian ini terdiri dari beberapa orang. Berhubung Bank saya sangat sederhana transaksi nya dan dikhususkan untuk nasabah Korea ataupun perusahaan Korea yang ada di Indonesia, jadi tidak memerlukan banyak orang.

Saya hanyalah seorang clerk atau staff dengan gaji yah pas-pasan. Saya menikmati pekerjaannya, menarik buat saya. Meskipun terkadang saya keteteran atau merasa cape dengan banyak hal yang harus saya ingat dan kerjakan tapi saya enjoy.

Bagi saya yang terpenting dalam bekerja adalah menikmati.

Ketika awal masuk kerja, saya memasang strategi tidak terlalu mau dekat secara personal dengan orang-orang yang ada di kantor. Bekal pengalaman saya di kantor sebelumnya dengan ibu-ibu yang penuh kenyinyiran saya belajar menghindar. Saya engan diajak bergosip, kalau gosip artis saya ikutan. Saya berusaha untuk bekerja sebaik-baiknya. Terus mencari tahu hal-hal baru tentang Bank. Tidak menolak pekerjaan apapun yang sampai ke meja saya. Tapi saya pun bisa tegas menolak apabila itu bukan ranah pekerjaan saya. Tentu secara halus dan elegan. Tidak pernah saya melontarkan kata keras atau pun bernada tinggi. Sekalipun orang Korea itu menyebalkan.

Saya belajar untuk tidak sirik dengan orang lain. Sirik dengan rezekinya. Sirik dengan jabatan yang baru diberikan. Saya tidak peduli orang lain bagaimana. Saya fokus pada diri saya sendiri. Saya tidak menaruh harapan karir cemerlang di kantor ini. Buat saya yang penting saya belajar banyak dan menikmati setiap pekerjaan.

Ketika setahun berlalu, mulai tumbuh harapan-harapan untuk naik grade. Yang berarti naik gaji lebih besar dari sekedar kenaikan gaji tahunan (inflasi) yang merupakan suatu keharusan. Saya berharap ada sedikit penghargaan dari hasil kerja keras. Tidak mudah bekerja sendiri. Otak saya benar-benar diperas untuk berpikir. Untuk level saya seharusnya belum pantas membuat revisi terhadap kebijakan akan tetapi saya pun melakukan hal tersebut. Semua yang diperintahkan saya lakoni. Bahkan saya tidak segan-segan membantu department lain. Menjadi kamus bagi mereka terhadap hal-hal yang sebenarnya saya belum pahami. Tetapi ketika mereka bertanya saya cari tahu, saya membaca, mempelajari. Itu yang saya lakukan.

Sangat disayangkan para Manager di kantor ini bukan orang yang mau menggali sendiri, mereka lebih senang disuapin. Kadang saya tertawa, saya ini anak bawang kok dianggap kamus Bank, mengetahui segala hal. Bukannya mereka membantu saya agar lebih paham. Buat saya ini satu keuntungan, karena saya dapat sekolah gratis, saya pintar mereka akan tetap begitu-begitu saja.

Hobi orang kantor adalah ngomongin orang, mengeluh dan protes (dibelakang). Tiga bulan pertama saya berada disitu, sudah dapat melihat bibit-bibit aura negatif. Kalian tahu mengeluh dan mengumpat pekerjaan dapat menimbulkan aura negatif bagi rekan kerja. Saya bertekad menjaga aura positif saya, dengan tidak terlalu mau ikut campur dan bergosip. Mulut mereka bila berkomentar pedes. Dua tahun saya disini, belum pernah saya mendengar baik langsung ataupun tidak.

Tiba-tiba hanya karena saya mendapat sebuah award compliance yang nilainya hanya Rp 100.000 komentar mereka sudah tidak enak. Padahal saya tidak bangga dengan award itu. Saya lebih bangga karena saya bisa menyebutkan nama-nama orang yang berhak mendapatkan award (yang kebetulan award lain), dengan begitu mereka bisa terpacu, dan akhirnya memudahkan pekerjaan saya.

Kalau menjadi bahan sindiran orang kantor mendingan saya balikin aja awardnya. Saya jauh lebih pantas dapat lebih dari itu semua. Karena kalian tidak pernah tahu apa saja yang rasa kerjakan. Karena kalian hanya tahu saya pulang teng go, datang mempet, sering turun ke basement, duduk diam dimeja kayak ga ngapa-ngapain.
Itu semua karena saya fokus bekerja, saya tidak mau mengeluh, saya kerjakan semua dengan cepat, saya ga akal-akalan untuk bisa OVERTIME padahal pekerjaan ga seberapa sekedar untuk cari tambahan pemasukkan. Saya terima gaji dengan rasa syukur meskipun itu sangat pas-pasan. Saya lebih memilih pulang cepet, main game, atau nge-gym, atau hang out daripada di kantor sampai jam 8 atau 9 untuk cari tambahan.

Karena kalian tidak mau melihat secara positif jadi kalian tidak tahu bagaimana menjaga ucapan kalian.

Suatu hari nanti saya akan buktikan bahwa harga saya cukup mahal. Doakan

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

7 thoughts on “Dunia Kerja Saya”

  1. hehehehe, mending kaya gue sama bos gue, waktu training anak baru di kantor, bos gue dengan nyantainya bilang gini, kalo ada yang mau tau kerjaan legal and corporate compliance ngapain, kita gak ngapa-ngapain kok, bengong doang depan monitor. hehehehehehe….. daripada musti pusing-pusing jelasin kerjaan kita sementara buat mereka kita cuman kliatan bengong depan monitor, padahal kita justru sedang memeras otak berusaha mencerna bahasa peraturan yang (alhamdulillah) njelimet itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s