Sooo Swwweeetttt!!!!

Berjalan dengan celengak celinguk seorang perempuan dengan paras wajah putih, rambut lurus dengan diikat ke belakang kuncir kuda. Entah apa yang sedang dicari atau dilihat olehnya. Tiba-tiba ia berhenti di sebuah meja, tetap dengan gaya celengak celinguk.

“Maaf bangkunya kosong?” Tanya dia pada seseorang.
“Kosong.” Orang tersebut menyahut.
“Boleh ikut duduk disini?” kembali perempuan itu melontarkan pertanyaan.
“Silakan aja. Tapi disini smoking area.”
“Oh, emang mo ngerokok kok.” Katanya seraya duduk di bangku tersebut sambil membuka bungkusan kebab yang ia beli.

Sebuah gerakan inisiatif dari pria yang kebetulan duduk di meja itu, ia dengan sigap mempersilakan perempuan tersebut duduk, tangannya membereskan meja dari sisa makanan yang tadi ia makan.

“Mas..mas..” panggilnya pada pelayan foodcourt.
“Ada yang bisa dibantu?”
“Mas, ini tolong diangkat.” Kata pria tersebut seraya menunjuk ke arah piring kotor.

Dalam seketika meja tersebut menjadi rapi bebas dari piring bekas makannya tadi. Perempuan tersebut dengan cueknya mulai memakan kebab yang baru saja ia beli. Pria tersebut tetap asyik dengan rokok-rokoknya yang sedari tadi sudah ia hisap.

Tidak beberapa lama bergulirlah pembicaraan demi pembicaraan diantara mereka. Sepertinya mereka memulai percakapan tersebut dengan kerjaan mereka masing-masing, meskipun masih sangat kaku terdengar. Terkadang keheningan terjadi diantara mereka.

Dua orang yang tidak saling mengenal duduk dalam satu meja sudah tentu akan ada kecanggungan. Tetapi lambat laun kecanggungan itu terkikis oleh obrolan diantara mereka. Perempuan itu tetap asyik dengan santapannya, sambil terus menjawab pertanyaan pria tersebut.

“Mbak titip barang saya sebentar ya.” Kata pria itu seraya beranjak dari duduknya.
“Oke.”

Hanya sekitar satu menit pria tersebut sudah kembali ke mejanya dengan tisu di tangannya. Tisu tersebut ia berikan kepada perempuan tersebut yang telah menyelesaikan santapannya. Masih ada sisa-sisa saus menempel di ujung bibirnya.

***

Saya yang duduk di belakang pria dan perempuan itu langsung melonjak tak dapat menahan diri untuk berteriak –tentu dalam hati –

“Oooohhhhhh so swwwwweeettt.”

Saya yang dari tadi sibuk main handphone -padahal pura-pura- yang sebenarnya sibuk mengamati kedua orang tersebut. Saya hanya dapat melihat punggung si pria dan sempat sekilas melihat wajahnya yang cukup manis, ketika ia beranjak dari bangku untuk mengambilkan tisu. Perempuan tersebut yang sedari tadi dapat saya pandangi dan amati, memiliki wajah manis dan berkulit putih.

Pembicaraan mereka hanya samara-samar terdengar. Obrolan mereka tertutup oleh suara cekikikan 3 perempuan yang berada di seberang bangku saya. Saya terus mencoba curi dengar tapi ternyata sulit. Suara cekikikan tetap yang terdengar.

Saat itu yang ada dalam pikiran saya, mereka harus kenalan. Pria tersebut harus dapat nomor telepon perempuan itu. Jangan menyia-nyiakan kesempatan. Saya jadi berpikir pria itu mimpi apa semalam. Dia hanya makan, duduk, ngerokok-ngerokok sambil bengong tiba-tiba datang seorang perempuan yang cukup manis meminta untuk duduk di hadapannya. Dapat duren runtuh itu namanya.

Saya yang sedari tadi sudah selesai makan tetap tidak beranjak dari tempat duduk. Saya ingin menunggu apakah mereka akan tukeran nomor telephone atau tidak.

“Eh how do I spell your name?” tiba-tiba suara perempuan itu terdengar. Got it! Mereka tukeran nomor handphone. Perempuan itu bertanya seraya tangannya mengetik sesuatu pada hanphonenya.
Sayangnya saya tidak dapat mendengar nama pria tersebut.

Dengan rasa puas saya beranjak dari meja saya untuk pulang. Dalam hati saya berdoa semoga mereka berlanjut. Amin

Sooooo…..Swwwwweeeetttttt!!!!!

*btw ada foto merekanya…-alah kayak paparazi- boleh ga yah diposting…..pikir-pikir dulu ahhhh*

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

11 thoughts on “Sooo Swwweeetttt!!!!”

  1. point of view nya “persona pertama”. Mendingan ilangin tokoh “saya”-nya, biar point of view-nya “omniscient”. Itu lebih keren…. Untuk menghindari penalaran kalo tulisan ini adalah “jurnal”….. hehehe..

  2. Waduh, rada rempong donk kalo di dekat Mba Isma….tar setiap orang dijadiin korban nguping lagi….!! wehehehehee!

    Tapi jujur seru ceritanya…jadi pengen posting cerita serupa, tapi rada maskulin temanya…wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s