Sentuhan Cinta

Dia dingin…sungguh tak ku sangka dibalik kedinginan sikapnya tangannya mampu menyentuh dengan lembut dan penuh cinta. Setiap inci jemarinya mengandung rasa yang menghangatkan, menentramkan. Baru kali ini aku tahu sebuah sentuhan mengandung sejuta rasa dan makna, seakan ia sedang mengecupku.

Tangannya meraba wajahku, tangan itu mulai dengan menyentuh pipiku, dengan ujung-ujung jemarinya dengan halus ia mengusap wajahku, penuh kehati-hatian tapi sungguh terasa hingga lubuk hatiku.Hangat sentuhannya membangun hasrat jiwa ku. Dari pipiku tangannya menjalar halus menyentuh kelopak mataku, lalu kembali mengusap pipiku, kemudian menyentuh halus bibirku. Aaaarrrrggghhhhh sensasi itu sungguh luar biasa    . Tak hanya sekali sentuh, setiap inci wajah ia sentuh dengan ujung carinya. Kutunggu ia mengecup pipiku, tak kunjung ia kecup, ia hanya benar-benar sekedar menyentuh dengan ujung jarinya. Entah apa yang terdapat pada ujung cari itu, benar-benar menyampaikan sebuah rasa yang tersembunyi dalam hatinya, dalam dingin sikapnya.

Aku hanya terdiam. Ku tutup mataku membiarkan ia bebas menyentuhku. Tangannya sudah tidak di wajahku. Tangan itu mengusap punggungku. Wow menentramkan, lelahku tercabut oleh sentuhnya. Tak hanya satu kali usap ia lakukan, kembali ia sentuh punggungku dengan perlahan, menyentuh setiap inci seakan ia sedang menghitung luas punggungku.Tak yang luput ia sentuh bagian luas punggungku. Perlahan kelembutan itu menjalar ke hatiku, menghangatkan jiwa laraku. Gelisahku lenyap, saat kupikir cintanya telah mendingin padaku. Sentuhan itu menjawabnya.

Ia menyentuh dada bidangku. Merabanya, memberi kesabaran di dalam hati. Jari itu mengandung aliran listrik. Menyengatkan, menstimulasi, menghangatkan, menentramkan dan pasti memberi gairah tersendiri.

Aarrrggghhh, dia mulai menyentuh jemariku, kemudian menjalar ke lengan. Ada rasa geli menjalar sanubariku, mengelorakan diamku. Ingin kurengkuh ia dan mencumbui, tapi kutahan karena aku tahu ia hanya ingin menyentuh, mengalirkan rasa yang jujur ia miliki. Tak selalu ia menyentuh dengan cara ini. Biasanya ia hanya mengusap kepalaku, memainkan rambut-rambut ala kadar, sebagai sebuah tanda sayang.

Bagiku sentuhnya melebih dari sekedar rasa sayang…melainkan rasa cinta yang tersembunyi yang tak pernah ingin ia tunjukkan kepada siapapun.

Tak kan kutanya makna sentuhannya

Tak kan kuminta lebih dari yang ia berikan

Ku hanya menikmati buaian cinta yang ia tawarkan…dalam kesederhanaan sentuhan.

Kan kubalas dengan ucapan I Love You

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

4 thoughts on “Sentuhan Cinta”

  1. yang kayak gini goresan sederhana ya mbak? saya masih harus belajar banyak sama sampeyan, saya ndak bisa mbikin tulisan macem ini, butuh kemampuan tinggi…

    1. iya mas…gua kurang berhasil membuat HOT!!!hwahahaha
      saya juga msih belajar kok mas…

      Sama2 lah kita belajar
      Banyak2 ngekhayal aja mas..ini sih bukan kemampuan tinggi tapi daya khayal tinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s