Senandung hati

menari

Dia berjalan menyusuri trotoar jalan Sudirman. Tak ia pedulikan orang-orang yang berdiri sedang menunggu bis kota, untuk menyegerakan diri tiba di peraduan. Sekedar untuk bertemu keluarga, sekedar untuk melepaskan lelah, sekedar untuk menuntaskan kepenatan polusi kota Jakarta. Tapi ia tak pedulikan itu. Ia sibuk berasyik masyuk sendiri dengan dunianya.

Dengan gitar yang ia sandang dipunggungnya ia berjalan sambil terus bersenandung. Langkahnya seakan mengikuti irama lagu yang ia dendangkan dalam hati. Pun tak keluar suara, tapi orang yang ia lewati dapat merasakan senandung hatinya.

Berjalan
Melompat
Berputar
Merentangkan lengan
Menghembuskan udara

Hatinya tak berhenti bersenandung. Tak pedulikan debu yang makin menebal pada kulit wajahnya akibat asap knalpot bis kota. Tak pedulikan kemajemukaan orang-orang yang berdiri di trotoar itu. Tak pedulikan kemacetan yang menjenuhkan dan tiada henti. Tak ada yang ia pedulikan selain senandung dalam hatinya. Senandung yang menggerakkan tubuhnya kesana kemari.

Ia bahagia. Itu yang tertampak dari pancaran wajahnya. Bukan karena ia habis mendapatkan kenaikkan gaji, ia bukan seorang pegawai. Bukan pula karena ia baru mendapatkan kekasih, ia bukan pemabuk cinta. Bukan jua karena ia berlimpahan rezeki, ia terlalu sederhana.

Ia bahagia. Itu saja tak lebih tak kurang. Hatinya yang mampu memandang seluas samudera yang mampu membuatnya bahagia. Hingga ia mampu memandang hal kecil menjadi begitu luas. Hingga ia mampu menyukuri apa yang ia miliki. Hingga ia mampu bersahabat dengan alam.

Senandung hatinya yang terpancar dari gerak tubuhnya yang mengatakan hal itu.
Bahagia.

* terinsipirasi dari penampakan indera penglihatan saya, saat seorang pengamen berjalan sambil setengah melompat lalu berputar dan tersenyum. Orang memandangnya aneh, saya memandangnya iri…karena ia tahu makna BAHAGIA*

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

4 thoughts on “Senandung hati”

  1. nice blog..loe ternyata suka nulis jg yak? kl gw lebih suka baca jdnya blog gw isinya labih byk forward dari sumber2 yang dah pernah gw baca😉

  2. Bahagia sanggup muncul dalam keadaan apapun. Ia tidak tunduk terhadap materi dan keadaan. Yang pasti bahagia milik semua orang. Cuma yang berbeda itu durasinya. Ada yang mengalami bahagia berkepanjangan ada juga yang berkependekan (hihihi… emang ada gitu istilah berkependekan?….)

    Berapa pun durasinya yang pasti setiap orang patut untuk bahagia…
    Thanks udh mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s