Gadis Kecil

Gambar ini sedetik telah membuatku menahan nafas. Gambar seorang gadis kecil yang memanggilnya AYAH. Diam-diam kuintip gambar itu, agar sang pemilik gambar tak sadar aku telah mengintip.

Iri sungguh aku merasa iri.

Iri pada yang disebut ayah dan bunda oleh sang gadis kecil.

Iri pada yang disebut papa dan mama oleh sang gadis kecil.

Iri pada yang disebut papi dan mami oleh sang gadis kecil.

 Iri pada yang disebut bapak dan ibu oleh sang gadis kecil.

Iri pada pemilik gadis kecil itu.

Aku palingkan wajahku agar mataku yang telah berkaca tidak meneteskan air mata. Aku tak ingin pemilik gambar dari sang gadis kecil itu tahu bahwa aku iri. Ingin kurebut gambar itu dan aku dekap erat. Tidak hanya gambar yang ingin aku dekap. Tapi gadis kecil itu yang seketika berlari penuh keceriaan sambil berteriak….

 ” Ayah, lihat aku bisa berlari-lari sambil melompat. ” Sang ayah hanya tersenyum melihat gadis kecilnya berputar-putar bagai gasing kemudian melompat-lompat bagai bola bekel.

Kenapa Ayah itu bukan milikku? Kenapa gadis kecil itu bukan dari rahimku. Lara

 Perih

 Sesak

Gadis yang terus dalam angan dalam enam tahun ini, hingga kemarin harapan kemunculan gadis itu mulai hadir akan tetapi lenyap seketika.

Kenapa bukan aku Tuhan?

Aku si penyayang anak..

Aku si pencinta anak…

Napa mereka yang kurang peduli Engkau berikan gadis kecil? Apa salahku? Atau Engkau siapkan bidadari tercantik dari rahimku yang kuberi tanda tanya apakah mampu atau tidak.

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

3 thoughts on “Gadis Kecil”

  1. “Napa mereka yang kurang peduli Engkau berikan gadis kecil?”

    gak ada yang tau seberapa dalam cinta dan kepedulian seseorang terhadap orang lain sayang, manusia tidak pernah bisa menciptakan timbangannya🙂

    “Apa salahku? Atau Engkau siapkan bidadari tercantik dari rahimku yang kuberi tanda tanya apakah mampu atau tidak.”

    why so pesimistic? u dont know until u’re there! jangan pesimis, jangan kecewa duluan, jangan dibikin beban, jalanin aja, when u’re there then u’re there, life much more simpler that way, less frustrating!!

    Hei ma😀 gw gak tau deh wacana diatas eloe dpt dari mana, tapi menyedihkan bgt, cheer up a little

    like The Joker said “Why so serious?!”
    😀

  2. Tulisan dalam blog ini hanya untuk dinikmatin aja. Bisa terasa pahit…bisa terasa menyedihkan…bisa terasa menggelikan…bisa menyayat hati…bisa membuat yang baca terenyuh. Neng, gak perlu ditanya wacana ini datang dari mana….

    Dalam kehidupan ini, pasti ada orang yang mungkin merasakan apa yang tertulis….saya disini hanya mencoba menangkap dan merasakan dan menuliskan selayak i put myself in their shoes…

    Thanks for reading it….please continue reading and you will find the essential of my writting….

    hehehehehe🙂

  3. jadi inget sebuah analogi.

    seorang anak yang merengek minta dibelikan sepeda motor kepada ayahnya. Padahal dia belum cukup umur untuk mempunyai SIM dan ia pun belum mampu mengendarai motor.

    Begitu juga di kehidupan kita terkadang meminta semuanya sesuai kemauan kita, tanpa perduli kemampuan, waktu. Sedangkan sang pencipta tau lebih baik mana yang terbaik buat manusia.

    “indah pada waktuNYA”

    Cayooo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s