Marriage

Pernikahan….

Layaknya itu merupakan salah satu moment kebahagiaan bagi setiap orang. oment  untuk mempersatukan diri dengan orang lain. Moment penuh cinta…Pada umumnya orang menikah karena cint. Di masa sekarang sudah sangat jarang pernikahan tidak diawali dengan CINTA.

Saya jadi sedemikian penasaran apakah cinta harus dipersatukan dalam sebuah pernikahan?  Ada tidak orang yang saling mencinta dengan setulus hati akan tetapi tidak memilih untuk mempersatukan diri dalam wadah pernikahan? Nampaknya jarang sekali.

Saat seseorang sudah mampu menghidupi dirinya sendiri pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan.  Seakan-akan belum menikah akan menjadi momok besar bagi sebuah kejanggalan hidup. Komentar-komentar orang terhadap orang yang telah berusia 25th keatas dan belum menikah, seringkali dikomentari dengan “terlalu pilih-pilih sih”, “kenapa harus takut berkomintment”, “nikah itu enak loh”, dsb.

Saya sesorang yang sudah cukup usia dan belum menikah. Seringkali saya harus menghadapi komentar-komentar tersebut. Awalnya tentu saya tersinggung…tapi lama-lama saya bisa menjawab dengan senyum.

Saya sangat sadar, pernikahan itu tidak segampang kita jatuh cinta lalu pacaran. Pernikahan itu selayak kita sekolah, dimana itu merupakan wadah untuk belajar tentang hidup. Kita tidak pandai menyiasati masalah-masalah maka kita tidak akan naik kelas. Kehidupan rumah tangga itu akan menjadi staknat. Grafik cinta itu sendiri akan menurun dan terus menurun. Lalu apa??? Bercerai???….

Jadi pernikahan itu bukan indah..tapi sebuah fase yang harus dijala Seperti kita sekolah, tidak lah mudah menjadi seorang pelajar. Seorang anak tidak tahu menahu begitu aja disekolahkan oleh orang tuanya. Dia hanya tertarik karena di sekolah tersebut ada ayunan dan berbagai mainan yang menarik perhatiannya. Dia tidak mengetahui apa yang akan ia alami saat nanti ia didalam. Sekali ia bersekolah ia harus tuntaskan hingga tamat, agar ia menjadi pintar dan akhirnya dapat mencukupi kehidupannya sendiri kelak.

Menurut saya, dari seorang yang belum menikah, Pernikahan pun demikian adanya. Kita yang akan menikah tidak akan tahu kapan akan dinikahkan oleh Sang Pencipta. Tahu-tahu kita bertemu seseorang yang secara kasat mata kita menarik. Kita meminta untuk bisa terus bersama dia atas nama cinta dalam wadah pernikahan. Padahal kita tidak tahu apa-apa tentang pernikahan, tentang dia, tentang berbagai masalah yang akan menghadang. Kita cuman mampu belajar menghadapinya selayak bersekolah.

Pernikahan bukan tugas manusia menentukan kapan akan terjadi, dengan siapa akan bersanding. Seperti anak tidak tahu dia akan disekolahkan dimana oleh orang tuanya untuk pertama kali. Dia tidak memiliki kekuasaan apapun karena ketidaktahuan dia. Begitupun pernikahaan manusia tidak memiliki kuasa apapun karena manusia yang belum menikah tidak tahu pernikahan itu apa.

Saya tidak takut sampai saat ini belum menikah. Saya tidak malu pun tidak akan marah dengan berbagai komentar dari orang tentang kesendirian saya. Karena saya sendiri tidak memiliki jawaban apapun atas sebuah nama yang disebut pernikahan.

*dari sudut pandang seorang perempuan yang sedang belajar akan hidup, belajar untuk memasuki fase kehidupan baru…Pernikahan*

Author: Isma Miranda

Saya Tak ada yang istimewa. Seorang bankir yang senang menulis. Mencoba bertarung di arena kehidupan di Jakarta. Tak indah Tak juga sedih Tapi Jakarta mengajarkan saya untuk bertarung. Saya Hanyalah seorang perempuan yang terus belajar tentang cinta. Cinta kepada Tuhan yang saya wujudkan dengan cinta kepada apa yang saya jalani dan alami.

3 thoughts on “Marriage”

  1. agree with you sist’…kita tidak pernah tahu apa yang menanti di dalam sebuah sekolah yang bernama “PERNIKAHAN”. hm…perumpamaan yang bagus. Pengen sekolah, tapi takut. Kalo belajarnya bego gmn ? klo ga naek kelas gmn ? klo temennya jahat gmn ? dan msh banayk gmn2 lainnya yg bikin parno. hehehehe

  2. Pernikahan adalah sekolah karakter !
    Trust me😉

    “coming from a married woman”
    ^_^

    ” Setuju bgt mba…biar belum menikah pernikahan bagi saya adalah sekolah…
    jadi mba udah naik kelas berapa sekarang?? Moga-moga selalu naik kelas dalam pernikahannya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s