Bukan Puisi Cinta
Wajahnya tak berbentuk seperti cetakkan ala Batak
Senyumnya manis begitu menggoda
Oooohhh dari kejauhan sungguh menawan
Body aduhai gitar terpampang
Sungguh sensasional
Dia yang kusebut Jeng E yang tak habis cerita
Mungil tak terlihat
Bagai liliput terjepit perut gendut
Ceriwis mengoceh “ iya cinnnnn”
Sungguh keterlaluan berbahasa salon
Lupa adat bahwa kepala kerbau telah terpotong
Kau si PURBA yang masih mendingin dibalik kata CIN
Ikal terurai bergelombang seperti ombak
Ikut tertawa padahal tak paham
Sungguh masih muda belia
Terancuni oleh pikiran dewasa
Gambar karikatur selalu menghiasi lembarnya
Bermain dengan pensil
Mengukir senyum yang melihat
Eh De’ M sedangkan menggambar wajahku, wajah teman-temanku
Puisi ini gua buat untuk teman-teman baru gua, eh jeng PUR jangan misu-misu, kau tak termasuk!
Ini gambaran para blogger yang penasaran pengen lihat wajah cantik gua yang rupawan. Akhirnya ketemu juga yah jeng…!!! Kasihan tuh toko donat terima kita untuk sekedar kumpul-kumpul.
Oh yah ada yang ketinggalan nih puisinya…..
Halus tuturnya Jogya tempat tinggalnya
Selalu menyebut kami dengan Mba’
Biar jauh yang penting tetap ikut dalam kehebohan
Termenung iri karena tak berkumpul
Jangan iri, jangan sedih
Nanti pasti kita bertemu
Wahai kau yang suka berceloteh dengan hati ‘ Jeng tt ‘
Udah ah, ntar kalau gua nulis puisi lagi bisa-bisa ditimpuk sama Jeng-jeng ini.
Tidak ada kesan tanpa pesan
Tidak ada cerita tanpa pertemuan
^__^
Persembahan dari si cantik jelita tiada tara
Ini bukan puisi, ini bukan karya sastra, ini bukan apa-apa.
Ini hanya ungkapan kekaguman (makin gak nyambung)
About this entry
You’re currently reading “Bukan Puisi Cinta,” an entry on Coffee'Life'Maker
- Published:
- June 17, 2009 / 4:03 am
- Category:
- Poem, iseng-iseng
- Tags:
15 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]